Emas Masih Kuat

Selasa, 09 Desember 2014


Harga emas bertahan di kisaran $1230 per troy ons siang ini, terkoreksi dari level tertinggi kemarin di 1238. Penguatan emas sejak awal pekan ini karena sentimen risk aversion atau alih resiko yang muncul setelah pasar disuguhkan oleh sinyal-sinyal negatif dari penurunan indeks saham di China dan penurunan peringkat hutang Jepang serta ditambah dengan pernyataan pejabat Bank Sentral AS yang tidak ingin terburu-buru menaikan tingkat suku bunga acuannya.

Pada grafik 1 jam terlihat ada potensi koreksi lanjutan harga emas seperti yang terlihat pada indikator MACD dan Stochastics. Namun koreksi lanjutan ini membutuhkan konfirmasi penembusan ke bawah kisaran support 1225. Selama harga masih bertahan di atas support 1225 ini, potensi penguatan masih terbuka untuk kembali menguji kisaran resisten 1234-1238. Potensi support berikutnya ada di kisaran 1218.


 


 


 


Waspada Support 1225


 


(Ariston Tjendra)

 

 

Continue Reading...

Data Surplus Perdagangan Jerman Mengangkat Euro


News - Euro Menguat versus Dollar AS pada hari Selasa Kemarin pasca data menunjukkan surplus perdagangan Jerman melebar melampaui perkiraan dibulan Oktober. Surplus perdagangan Jerman dilaporkan meningkat ke €20,6 milyar dari €18,6 milyar
di bulan September, mematahkan ekspektasi surplus €19,2 milyar. Laporan ini mengikis sebagian
keraguan investor setelah output industri bulan Oktober yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan
kenaikan hanya 0,2%, yang memicu kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan di kuartal ke-4.

 

Continue Reading...

Dollar Berbalik Menguat

Senin, 08 Desember 2014


Dollar pada perdagangan kemarin terkoreksi dari level tertinggi 5 tahun, namun pada perdagangan pagi sesi Asia hari ini dollar terlihat kembali menguat. Indeks dollar terhadap mata uang utama terpantau menguat 0,1%. Penguatan tersebut menunjukkan sentimen positif masih terus menaungi dollar, dimana setiap penurunan akan memicu aksi beli kembali. Namun minimnya data ekonomi penting yang dirilis AS hingga hari Rabu kemungkinan akan membatasi penguatan dollar.


Pada pagi ini National Australia Bank, melaporkan sentimen bisnis di bulan Desember turun menjadi 1 dari bulan sebelumnya 5 membuat aussie melemah. Aussie juga masih dibayangi sentimen negatif akibat penurunan harga komoditas. Sore ini data ekonomi penting datang dari Inggris, Office for National Statistic akan merilis data produksi manufaktur bulan Oktober yang diperkirakan naik 0,2% dari bulan sebelumnya yang naik 0,4%. Rilis data yang seusai perkiraan atau lebih rendah dapat memberikan tekanan bagi pound sterling, sebaliknya jika lebih tinggi maka mata uang Inggris tersebut berpeluang menguat. 


Dari lantai bursa, Wall Street pada perdagangan Senin mencatat penurunan harian terbesar dalam tujuh pekan terakhir, memberikan sentimen negatif bagi bursa Asia pagi ini, Indeks utama bursa Asia terpantau melemah, terus merosotnya harga minyak menyeret pergerakan saham sektor energi yang berimbas pada kinerja bursa. 


Harga minyak mentah WTI turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir, potensi berlebihnya supply minyak dunia sementara permintaan yang masih lemah membuat minyak terus tertekan. OPEC pada bulan November memproduksi 30,56 juta barel per hari, melebihi target sebanyak 30 juta barel dalam enam bulan beruntun. Sementara itu Energy Information Administration melaporkan produksi minyak AS naik menjadi 9,08 juta barel perhari pada pekan yang berakhir 28 November, menjadi yang tertinggi sejak EIA mulai mencatat data pada tahun 1983. Pelemahan juga dipicu langkah Irak yang menurunkan harga jual minyak untuk pasar Asia, langkah tersebut mengikuti Arab Saudi yang telah lebih dulu memberikan potongan harga.


Emas terlihat bertahan dikisaran $1.200 setelah menguat pada perdagangan kemarin akibat koreksi dollar. Namun emas masih rentan mengalami penurunan kembali, hal tersebut setidaknya tercermin dari penurunan kepemilikan aset di SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, yang kembali mencatat penurunan pada hari Senin kemarin, setelah pada pekan lalu mencatat kenaikan 0,5%, terbesar sejak bulan Agustus.
Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini: Calendar dan Daily Report kami Monex Daily

 

Continue Reading...

Minyak WTI Melemah setelah tidak ada kesepakatan pemangkasan produksi OPEC

Senin, 01 Desember 2014


Harga minyak mentah WTI turun dalam setelah tidak ada kesepakatan pemangkasan
produksi di OPEC. Kabar yang diterima hari Kamis malam ini langsung menekan turun harga ke
kisaran $67 dan dilanjutkan ke kisaran $64 pada pembukaan perdagangan pagi ini. Berita ini masih
memberikan sentimen negatif ke harga emas dan masih membuka potensi penurunan harga. Para
anggota OPEC setuju dengan usulan dari Arab Saudi untuk tidak memangkas produksi walaupun
beberapa negara sebenarnya tidak menyetujui keputusan ini. Keputusan ini diambil sebagai langkah
antisipasi untuk menahan laju produksi shale oil Amerika Serikat (AS). Produksi shale oil AS
meningkat drastis selama beberapa tahun terakhir. Namun produksi shale oil ini memerlukan biaya
yang tinggi dibandingkan produksi dengan cara konvensional. Dengan menurunnya harga minyak
mentah dunia diharapkan produsen shale oil akan menghentikan atau mengurangi produksinya.

 

Continue Reading...

Hasil Polling Menunjukkan Berkurangnya Referendum Emas Di Swiss

Kamis, 20 November 2014


Emas kesulitan untuk pulih dari penurunan semalam pada hari Kamis seiring optimisme Federal Reserve terhadap perekonomian AS memicu penguatan dollar, dan sebuah hasil polling menunjukkan berkurangnya dukungan untuk referendum emas di Swiss untuk menaikkan cadangan emas milik bank sentral. Hasil polling opini pada hari Rabu lalu menunjukkan dukungan warga Swiss terhadap proposal "Save our Swiss gold" telah turun menjadi 38%, dari 44% pada survey bulan lalu. Di bawah proposal tersebut, Swiss National Bank akan dilarang untuk menjual cadangan emasnya dan harus memiliki cadangan emas setidaknya sebanyak 20% dari asetnya, dibandingkan dengan 7.8% bulan lalu. Aksi beli oleh bank sentral dapat mendorong naik harga emas.


"Voting di Swiss adalah satu-satunya titik terang untuk emas dalam beberapa pekan belakangan ini dan ekspektasi telah meningkat, " ucap salah satu trader emas. "Hasil polling terbaru ini menunjukkan peluang disetujuinya proposal tersebut semakin kecil. " Emas juga berada di bwah tekanan setelah minutes pertemuan kebijakan the Fed bulan Oktober lalu menunjukkan kecemasan mengenai tekanan inflasi yang melemah, mengikis daya tarik emas sebagai alat lindung terhadap inflasi, dan minutes juga menunjukkan optimisme terhadap perekonomian AS.

 

Continue Reading...

Emas Terkoreksi, Pelemahan Selanjutnya Tunggu Breakout 1176

Rabu, 19 November 2014


Harga emas tertahan kenaikannya kemarin di kisaran $1202 per troy ons kemarin (yang juga sekitar area MA 200 grafik 4 jam) dan terkoreksi hingga ke kisaran $1175. Pelemahan harga emas ini karena dollar AS yang menguat akibat hasil notulen rapat masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga acuan AS di 2015.

Harga emas hingga siang ini bergerak di kisaran 1179. Indikator MACD, RSI dan Stochastics masih menunjukkan potensi pelemahan. Pelemahan lanjutan membutuhkan konfirmasi penembusan kisaran support 1175 (sekitar level 38,2% fibonacci retracement dari 1130-1204) dengan potensi pelemahan ke area 1167 (area 50%).

Sementara bila support 1175 ini mampu bertahan, harga masih berpeluang rebound ke area 1190.

Sore ini data PMI Manufaktur dan Sektor Jasa kawasan Eropa bisa menjadi market mover untuk harga emas. Dollar AS masih menjadi faktor utama pergerakan harga emas. Data yang lebih bagus di kawasa Eropa bisa mendorong pelemahan dollar dan penguatan harga emas.

Selain itu, malam hari, market mover juga datang dari data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang berpeluang menjadi penggerak besar dollar AS. Data yang di bawah prediksi bisa menekan dollar AS dan menguatkan harga emas. Data lainnya yang juga perlu diperhatikan malam ini adalah data Penjualan Rumah Second dan data Indeks Manufaktur dari Bank Sentral AS Philadelphia.

 

Continue Reading...

Bursa Hang Seng Kembali Melemah Akibat Aksi jual Pada Sektor Properti Dan Perbankan

Kamis, 06 November 2014


Hang Seng kembali merosot di perdagangan akhir pekan (07/11) akibat aksi jual berlanjut terutama pada sektor properti dan perbankan meskipun muncul kabar bahwa otoritas China telah melakukan intervensi ke pasar melalui stimulus.


Di lantai bursa nampak saham-saham properti seperti China Resources Land Ltd. menurun 0.9%, Henderson Land Development Co. merosot 1%, dan saham Agile Property Holdings Ltd. anjlok 2.7% setelah mengumumkan angka pre-sales bulan Oktober.


 


Sedangkan sektor keuangan juga turut melemah seperti Bank of Communications Co. tergerus 1%, saham China Construction Bank Corp. melorot 0.9%, dan China Everbright Bank Co. tumbang 1.9%.


 


Secara umum kalangan pelaku pasar terlihat waspada di tengah ketidakpastian atas status skema otomatis yang akan menghubungkan bursa saham Shanghai dan Hong Kong.


Indeks Hang Seng (HSI) tecatat melemah 0.54% dan terkikis sebanyak 127.48 poin pada kisaran 23521.83.

 

Continue Reading...

Rally Dollar  Menggerus Daya Tarik Emas


Emas kembali tergelincir pada hari Kamis, dan mencatat kemerosotan terpanjang sejak Mei 2013, seiring rally Dollar AS mengikis daya tarik emas sebagai alternatif investasi.


Sementara rasio dengan komoditas, termasuk perak dan minyak, menunjukkan jika emas masih relatif mahal. Yang membuat investor harus memperhatikan kepemilikan di ETF untuk mengukur kemungkinan berlanjutnya penurunan harga, menurut analis HSBC Securities Inc.


Emas juga tengah menuju penurunan tahunan beruntun untuk pertama kalinya sejak tahun 1998. Harga emas tercatat merosot 28% pada tahun lalu akibat penguatan ekuitas dan rendahnya inflasi.

 

Continue Reading...

Rally Dollar  Menggerus Daya Tarik Emas


Emas kembali tergelincir pada hari Kamis, dan mencatat kemerosotan terpanjang sejak Mei 2013, seiring rally Dollar AS mengikis daya tarik emas sebagai alternatif investasi.


Sementara rasio dengan komoditas, termasuk perak dan minyak, menunjukkan jika emas masih relatif mahal. Yang membuat investor harus memperhatikan kepemilikan di ETF untuk mengukur kemungkinan berlanjutnya penurunan harga, menurut analis HSBC Securities Inc.


Emas juga tengah menuju penurunan tahunan beruntun untuk pertama kalinya sejak tahun 1998. Harga emas tercatat merosot 28% pada tahun lalu akibat penguatan ekuitas dan rendahnya inflasi.

 

Continue Reading...

Dollar Kembali Menguat Terhadap Yen

Rabu, 05 November 2014


Dollar kembali menguat terhadap yen dan menyentuh level tertinggi tujuh tahun yang baru. Peberdaan kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Japang menjadi faktor utama dominasi dollar terhadap yen.


Federal Reserve pada pekan lalu mengakhiri program pembelian obligasi dan semakin mendekati untuk menaikkan suku bunga pertama sejak tahun 2006. Sebaliknya BOJ pada pekan lalu mengejutkan pasar dengan menambah stimulus moneter atau yang dikenal dengan monetary base menjadi 80 triliun yen dari sebelumnya sebesar 60 triliun - 70 triliun yen.


 


Data ekonomi AS yang dirilis ADP kemarin menunjukkan sektor swasta AS menambah tenaga kerja sebanyak 230.000 di bulan Oktober, lebih baik dari estimasi ekonom sebesar 214.000. Data dari ADP tersebut biasanya dijadikan acuan untuk data tenaga kerja AS versi pemerintah yang akan dirilis Jumat besok. Bagusnya data tenaga kerja AS semakin meningkatkan spekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat. 


USDJPY diperdagangkan pada kisaran 114.88 pada pukul 09.05 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian 115.01 dan terendah 114.56 (platform Monex Trader ).

 

Continue Reading...

Saham Di Wall Street Mengakhiri Sesi Lebih Rendah

Selasa, 04 November 2014


Saham di Wall Street mengakhiri sesi perdagangan lebih rendah, dengan penurunan tajam sektor energi membebani indeks-indeks utama. Sentimen pasar masih terus dibayangi oleh kombinasi kekhawatiran tentang minyak dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global, terutama di Eropa.


Dari sisi data, Departemen Perdagangan melaporkan pesanan pabrik AS merosot 0,6% di bulan September. Sedangkan data terpisah menunjukkan defisit perdagangan AS melebar di bulan yang sama lantaran penurunan ekspor, yang menggambarkan dampak perlambatan pertumbuhan global terhadap ekonomi AS.


Dow Jones Industrial Average mampu menghapus kerugian dan ditutup 0,1% lebih tinggi, dipimpin saham Procter & Gamble. Sementara kinerja buruk sektor energi menggerus S&P500 sekitar 0,3%. Nasdaq Composite juga kehilangan 0,3%. (vid)

 

Continue Reading...

Penguatan dollar AS masih menjadi faktor penekan turun harga emas. Waspada Support 1157  


Potensi penguatan terbatas mungkin ke area 1175. Penguatan di atas 1175 baru membuka peluang penguatan ke kisaran 1180-1182.

Market Mover hari ini adalah PMI Sektor Jasa Zona Euro dan Amerika Serikat (AS) dan data Non-farm Payrolls versi ADP. Data ekonomi AS berpengaruh pada kekuatan nilai tukar dollar AS. Penguatan dollar AS masih menjadi faktor penekan turun harga emas.


Harga emas masih berada di kisaran yang sama seperti 2 hari sebelumnya. Hanya saja siang ini harga mendapatkan tekanan turun dan berpeluang menguji level support 1160. Penembusan ke bawah 1160, membuka potensi pelemahan ke area support penting selanjutnya di 1155. Di bawah 1155, harga berpeluang ke area 1145.

 

Continue Reading...

Emas Tertekan Pada Hari ini, Waspada Resisten 1175

Minggu, 02 November 2014


Harga emas masih tertekan pada sesi awal pagi ini ke kisaran $1160 per troy ons. Tapi hingga siang ini berhasil rebound tipis ke level $1169 per troy ons. Penyebab tekanan turun masih karena sentimen negatif dari penambahan stimulus BOJ.

Harga kini bergerak di kisaran $1169 per troy ons. Pada grafik 1 jam terlihat ada potensi penguatan yang terbatas karena tekanan turun masih membayangi pergerakan harga seperti yang terlihat pada grafik 4 jam.

Potensi penguatan terbatas mungkin ke area 1175. Penguatan di atas 1175 baru membuka peluang penguatan ke kisaran 1180-1182.

Sementara tekanan turun masih memungkinkan kembali menguji level rendah 1160. Penembusan ke bawah 1160, membuka potensi pelemahan ke area support penting selanjutnya di 1155.

Hari ini data yang bisa menjadi market mover adalah PMI Manufaktur AS. Data ini bisa mempengaruhi kekuatan nilai tukar Dollar AS yang berujung pada pergerakan harga emas.

 

Continue Reading...

Nantikan Data penjualan ritel Jerman Euro Tertekan

Jumat, 31 Oktober 2014


Tekanan Penurunan bagi Euro. Sentimen yang cukup bearish pada euro , euro perlu mencatatkan level penutupan harian di bawah support 1.2500 untuk menambah tekanan penurunan. Kegagalan mengatasi support 1.2500 dapat memicu aksi bargain-hunting terutama pasca terbentuknya pola candle stick "hammer".


Fokus hari ini data penjualan ritel Jerman (jam 14.00 WIB), belanja konsumen Perancis (jam 14.55 WIB), inflasi dan tingkat pengangguran zona-euro (jam 17.00 WIB). Penjualan ritel Jerman, belanja konsumen Perancis, dan tingkat pengangguran zona-euro dapat menegaskan kecemasan atas ancaman perlambatan ekonomi di zona-euro. Meski inflasi masih berada di level rendah, namun inflasi yang tidak serendah publikasi sebelumnya dapat mengurangi kecemasan atas ancaman deflasi di zona-euro. Ini mungkin akan mendorong trader untuk lebih berhati-hati dalam menentukan arah pergerakan EURUSD.


Untuk jangka pendek, posisi short lebih sesuai dengan stop-loss 1.2650 dan potensi penurunan 1.2510.


Sementara bila harga stabil di atas resisten 1.2640 maka euro berpotensi menguji 1.2700. Resisten berada di 1.2640 dan 1.2700 (harga tertinggi 30 dan 2 Oktober). Support di 1.2545 dan 1.2500 (harga terendah 30 dan 3 Oktober).

 

Continue Reading...

Nantikan Data penjualan ritel Jerman Euro Tertekan


Tekanan Penurunan bagi Euro. Sentimen yang cukup bearish pada euro , euro perlu mencatatkan level penutupan harian di bawah support 1.2500 untuk menambah tekanan penurunan. Kegagalan mengatasi support 1.2500 dapat memicu aksi bargain-hunting terutama pasca terbentuknya pola candle stick "hammer".


Fokus hari ini data penjualan ritel Jerman (jam 14.00 WIB), belanja konsumen Perancis (jam 14.55 WIB), inflasi dan tingkat pengangguran zona-euro (jam 17.00 WIB). Penjualan ritel Jerman, belanja konsumen Perancis, dan tingkat pengangguran zona-euro dapat menegaskan kecemasan atas ancaman perlambatan ekonomi di zona-euro. Meski inflasi masih berada di level rendah, namun inflasi yang tidak serendah publikasi sebelumnya dapat mengurangi kecemasan atas ancaman deflasi di zona-euro. Ini mungkin akan mendorong trader untuk lebih berhati-hati dalam menentukan arah pergerakan EURUSD.


Untuk jangka pendek, posisi short lebih sesuai dengan stop-loss 1.2650 dan potensi penurunan 1.2510.


Sementara bila harga stabil di atas resisten 1.2640 maka euro berpotensi menguji 1.2700. Resisten berada di 1.2640 dan 1.2700 (harga tertinggi 30 dan 2 Oktober). Support di 1.2545 dan 1.2500 (harga terendah 30 dan 3 Oktober).

 

Continue Reading...

Nantikan Data penjualan ritel Jerman Euro Tertekan


Tekanan Penurunan bagi Euro. Sentimen yang cukup bearish pada euro , euro perlu mencatatkan level penutupan harian di bawah support 1.2500 untuk menambah tekanan penurunan. Kegagalan mengatasi support 1.2500 dapat memicu aksi bargain-hunting terutama pasca terbentuknya pola candle stick "hammer".


Fokus hari ini data penjualan ritel Jerman (jam 14.00 WIB), belanja konsumen Perancis (jam 14.55 WIB), inflasi dan tingkat pengangguran zona-euro (jam 17.00 WIB). Penjualan ritel Jerman, belanja konsumen Perancis, dan tingkat pengangguran zona-euro dapat menegaskan kecemasan atas ancaman perlambatan ekonomi di zona-euro. Meski inflasi masih berada di level rendah, namun inflasi yang tidak serendah publikasi sebelumnya dapat mengurangi kecemasan atas ancaman deflasi di zona-euro. Ini mungkin akan mendorong trader untuk lebih berhati-hati dalam menentukan arah pergerakan EURUSD.


Untuk jangka pendek, posisi short lebih sesuai dengan stop-loss 1.2650 dan potensi penurunan 1.2510.


Sementara bila harga stabil di atas resisten 1.2640 maka euro berpotensi menguji 1.2700. Resisten berada di 1.2640 dan 1.2700 (harga tertinggi 30 dan 2 Oktober). Support di 1.2545 dan 1.2500 (harga terendah 30 dan 3 Oktober).

 

Continue Reading...

Nantikan Data penjualan ritel Jerman Euro Tertekan

Kamis, 30 Oktober 2014


Tekanan Penurunan bagi Euro. Sentimen yang cukup bearish pada euro , euro perlu mencatatkan level penutupan harian di bawah support 1.2500 untuk menambah tekanan penurunan. Kegagalan mengatasi support 1.2500 dapat memicu aksi bargain-hunting terutama pasca terbentuknya pola candle stick "hammer".


Fokus hari ini data penjualan ritel Jerman (jam 14.00 WIB), belanja konsumen Perancis (jam 14.55 WIB), inflasi dan tingkat pengangguran zona-euro (jam 17.00 WIB). Penjualan ritel Jerman, belanja konsumen Perancis, dan tingkat pengangguran zona-euro dapat menegaskan kecemasan atas ancaman perlambatan ekonomi di zona-euro. Meski inflasi masih berada di level rendah, namun inflasi yang tidak serendah publikasi sebelumnya dapat mengurangi kecemasan atas ancaman deflasi di zona-euro. Ini mungkin akan mendorong trader untuk lebih berhati-hati dalam menentukan arah pergerakan EURUSD.


Untuk jangka pendek, posisi short lebih sesuai dengan stop-loss 1.2650 dan potensi penurunan 1.2510.


Sementara bila harga stabil di atas resisten 1.2640 maka euro berpotensi menguji 1.2700. Resisten berada di 1.2640 dan 1.2700 (harga tertinggi 30 dan 2 Oktober). Support di 1.2545 dan 1.2500 (harga terendah 30 dan 3 Oktober).

 

Continue Reading...

Emas Melemah Karena BOJ, Waspada Support 1182


Harga emas mendapatkan tekanan turun siang ini setelah Bank Sentral Jepang (BoJ) mengeluarkan keputusan yang mengejutkan pasar yaitu penambahan program stimulus. Akibatnya dollar AS menguat terhadap mata uang utama dunia dan menekan turun harga emas.

Harga emas kini berada di kisaran $1193 per troy ons, lebih rendah dari harga pembukaan hari ini di 1199.40. Harga terlihat masih mendapatkan sentimen negatif dari pengumuman BOJ.

Harga telah turun ke bawah level 1198 yang adalah fibonacci retracement 78,6% dari 1182-1255. Ini mengindikasikan tekanan turun masih membayangi pergerakan harga emas. Harga berpeluang bergerak menuju level support penting di kisaran 1180-1182.

Sementara resisten penting di kisaran 1198. Pergerakan ke atas area resisten ini berpeluang membuka penguatan harga kembali ke area 1202-1205.

Selain BOJ, yang berpeluang menjadi market mover untuk harga emas hari ini adalah data estimasi CPI Zona Euro, data Core PCE Price Index AS dan PMI Chicago AS.

 

Continue Reading...

Laporan GPIF Dari Nikkei Mengankat Mata Uang Yen


Government Pension Investment Fund Jepang yang saat ini mengelola dana sebesar $1.2 triliun akan meningkatkan jumlah sekuritas asing menjadi 40% dari kepemilikan saat ini yang sebesar 23%., di laporkan oleh surat kabar Nikkei. Itu lebih tinggi daripada perkiraan 29% dalam survei Bloomberg terhadap analis.


"Total alokasi dari saham-saham dan obligasi asing akan total menjadi 40%, itu lebih tinggi daripada yang pasar perkirakan," kata Yujiro Goto , analis mata uang di Nomura Holdings Inc ., di London. "Kita harus menunggu untuk melihat apakah laporan Nikkei benar atau tidak, namun saat ini pasar telah mengambil itu sebagai isyarat untuk menjual yen."


Yen pagi ini hanya sedikit berubah di 109.25 per dollar pada pukul 08.33 wib dari kemarin, ketika yen turun ke 109.47 di sesi New York, 0.6% dari level terendah enam tahun di 110.09 yang di capai pada tanggal 1 Oktober. Mata uang Jepang di perdagangkan di kisaran 137.75 per euro.

 

Continue Reading...

Yen Lanjutkan Pelemahan Setelah Fed Pertemuan Semalam

Rabu, 29 Oktober 2014


Yen diperdagangkan 109.04 pada pagi ini, setelah hasil pertemuan Fed semalam memberikan dukungan pada Dollar. Meninggalkan level 108.34 yang menjadi resistance sejak minggu lalu. Tetapi pelemahan yang terlalu drastis pada nilai mata uang Yen mungkin menjadi beban kembali terhadap perekonomian Jepang.


Dari segi teknikal, kenaikan Yen memberikan sinyal Bullish pada pasar yang terlah bertahan sejak minggu lalu. Dan memberikan peluang untuk kembali mencoba level 110.00 yang sempat dicatat pada awal bulan Oktober.

 

Continue Reading...

Broker Forex Surabaya Wall St Melemah Pasca Pernyataan The Fed


Bursa saham AS melemah setelah Federal Reserve mengakhiri program pembelian obligasi, memberikan indikasi ekonomi AS berada pada jalur pemulihan yang stabil.


The Fed mempertahankan pernyataan akan mempertahankan suku bunga rendah dalam beberapa "waktu kedepan" pada akhir rapat yang berlangsung selama dua hari tersebut. Pasar tenaga kerja AS dikatakan terus menunjukkan perbaikan, bank sentral AS tersebut juga mengatakan jika perekonomian terus meningkat lebih cepat dari ekspetasi maka kenaikan suku bunga pertama dapat terjadi lebih cepat dari yang diharapkan. Pasar tenaga kerja dikatakan menunjukkan peningkatan, sementara ekspetasi inflasi jangka panjang masih stabil. Belanja konsumen dikatakan naik secara moderat, investasi bisnis perusahaan sedang meningkat, sementara pemulihan di sektor perumahan masih lambat. 


Saham Facebook melemah setelah memberikan proyeksi pelambatan pertumbuhan pendapatan pada kuartal saat ini, dan peningkatan biaya pada tahun 2015. Indeks Dow Jones ditutup pada level 16974,31 melemah 31,44 poin atau 0,2%. S&P 500 turun 2,75 poin atau 0,1% menjadi 1982.30, dan Nasdaq kehilangan 0,3% atau 15,07 poin menjadi 4549,23.

 

Continue Reading...

HangSeng Melemah Karna Laporan Perbankan Dan Pendapatan


HangSeng  Di buka melemah pada hari kamis ini ,karna disebabkan saham-saham sektor perbankan yang mencatat pelemahan, dan laporan beberapa perusahaan lokal dan di China yang melaporkan pendapatan lebih rendah dari ekspektasi. Sejak Selasa lalu HangSeng menembus naik diatas range yang terbentuk sejak dimulainya Demonstrasi di Hongkong, memberikan sinyal kenaikan.


Dari segi Teknikal, HangSeng tertahan oleh MA100 daily (23867) setelah gagal bertahan diatas level tersebut pagi ini. Indikator Bollinger membuka walau indikasi kenaikan terbatas.

 

Continue Reading...

Nikkei Menguat Setelah Hasil Meting The Fed


Nikkei dibuka menguat, terutama diangkat oleh pelemahan Yen setelah hasil pertemuan Federal Reserve yang diumumkan semalam. Fed memutuskan mengakhiri program stimulus QE3 mereka pada pertemuan semalam,dan masih memepertahankan tingkat suku bunga rendah untuk jangka waktu lebih lama, tetapi mereka juga menyelipkan pandangan yang membaik terhadap kondisi ekonomi US.


Dari segi Teknikal, Nikkei dibuka diatas MA50 daily (15601), setelah kemarin menembus MA100 daily. Indikasi teknikal lain juga mendukung penguatan walau masih terbatas.

 

Continue Reading...

Penguatan Bursa Sydney Masih Terpengaruh Pasar Shanghai


bursa Australia di perdagangan hari Kamis ini sehingga indeks kini bergerak pada kisaran tinggi dalam 6 pekan terakhir.


Penguatan bursa Sydney hari ini juga masih terpengaruh oleh pasar Shanghai China yang kini menguat untuk hari ke-3 beruntun. Di lantai bursa nampak saham National Australia Bank (NAB) menguat 0,6% setelah bank tersebut mengatakan bahwa keluar dari bisnis Inggris yang bermasalah merupakan prioritas menyusul laporan laba yang buruk.


 


Perusahaan NAB melaporkan penurunan pendapatan kas tahun penuh untuk kali kedua dalam tiga tahun terakhir. Sedangkan perusahaan minuman botol Coca Cola Amatil melonjak lebih dari 6 persen setelah Coca-Cola membeli kepemilikan saham hingga 29 persen untuk berbisnis di Indonesia.


Indeks utama ASX-200 Sydney tercatat menguat +0.37% dan meraih gain +20.32 poin pada kisaran 5468.00.

 

Continue Reading...

Emas Melemah Seiring Menguatnya Dollar Setelah Federal Reserve Mengakhiri Pembelian Obligasi


Emas Melemah  tiga pekan seiring menguatnya dollar setelah Federal Reserve mengakhiri program pembelian obligasi. Kepemilikan di bursa terbesar yang memperdagangkan emas memperpanjang penurunannya ke level terendah enam tahun.


Emas pada saat ini bergerak di kisaran $1,214.29 pada pukul 08.55 wib dari kemarin di $1,212.15. Logam mulia kemarin turun ke $1,208.50, itu adalah level terendah sejak 8 Oktober, seiring indeks dollar naik ke level tertinggi dalam hampir empat pekan.


 


Pejabat Fed, yang menyuarakan untuk memproses rencana penghabisan pembelian obligasi bulanan, mengentikan gejolak akhir-akhir ini di pasar keuangan global dan fokus pada kenaikan di pasar kerja. Para pembuat kebijakan pada saat berakhirnya pertemuan dua hari semalam berkomitmen untuk mempertahankan biaya pinjaman rendah untuk waktu yang akan di pertimbangkan. Bank sentral telah menahan suku bunga acuan di level nol sampai 0.25% sejak tahun 2008.


 


"Pelonggaran kuantitatif berakhir di AS, dengan FOMC tampaknya lebih positif pada outlook ekonomi," kata Daniel Hynes, analis komoditas senior di Australia & New Zealanda Banking Group Ltd. pada hari ini. "Ini menimbulkan reli kuat di dollar AS dan aksi jual pada emas. Pergerakan di dollar AS selaam beberapa hari kedepan dapat berikan pengaruh untuk harga kmooditas sampai akhir tahun ini."


 


Jumlah aset di SPDR Gold Trust, menyusut untuk hari kedua menjadi 742.40 metrik ton kemarin, itu adalah level yang terlihat setidaknya sejak Oktober 2008.


Di China, yang merupakan konsumen emas terbesar di dunia, dengan harga yang lebih rendah yang telah memicu permintaan fisik seiring volume untuk indeks Shanghai Gold Exchange’s untuk kontrak spot kemarin naik ke level tertinggi tiga pekan.

 

Continue Reading...

Data Cadangan Dari EIA Kembali Menekan Harga Minyak


Minyak West Texas Intermediate melemah dari harga tertingginya dalam lebih dari sepekan setelah laporan pemerintah semalam menunjukkan cadangan minyak mentah di AS melonjak.


Kontrak berjangka turun sebesar 0.3% di New York setelah kemarin naik ke level tertinggi sejak 21 Oktober. Cadangan minyak mentah naik sebanyak 2.06 juta barel pada pekan lalu ke level tertinggi hampir empat bulan, di laporkan oleh Energy Information Administration kemarin malam. Suplai dan permintaan minyak akan kembali ke level ekuilibriumnya dan para anggota OPEC tidak melancarkan perang harga, kata sekretaris jenderal OPEC, Abdalla El-Badri, pada konfrensi Oil & Money di London kemarin.


 


"Meningkatnya cadangan telah berikan tekanan turun pada minyak," kata Kang Yoo Jin, seorang analis komoditas di Woori Investment & Securities di Seoul. "Kecemasan pada kelebihan suplai di pasar belum mereda karena OPEC belum membuat pernyataan apapun sejauh ini pada kemungkinan pengurangan produksi."


Minyak WTI untuuk pengiriman bulan Desember melemah sebanyak 38 sen menjadi $81.81 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan saat ini bergerak di kisaran $81.84 pada pukul 08.45 wib. Kontrak kemarin menguat sebesar 78 sen menjadi $82.20. Harga minyak telah turun sebesar 17% pada tahun ini.

 

Continue Reading...

Laju Pertumbuhan Inggris Akan Melambat Menjelang Akhir Tahun


Laju pertumbuhan sektor swasta di Inggris melambat pada rentang tiga bulan hingga bulan Oktober, menurut laporan pada hari Rabu, yang mana memperingatkan bahwa secara keseluruhan laju pertumbuhan ekonomi akan terhambat pada kuartal keempat tahun 2014. Indikator pertumbuhan terkini dari Confederation of British Industry, yang memprediksikan laju pertumbuhan dan mencakup sekitar 75% dari perekonomian sektor swasta, menunjukkan bahwa laju pertumbuhan masih berada tipis di atas rata-rata jangka panjangnya pada kuartal ketiga. Laju pertumbuhan diperkirakan akan bertambah cepat dalam 3 bulan kedepan, namun pernyataan CBI menunjukkan "Data terkini sesuai dengan perkiraan kami bahwa laju pertumbuhan GDP akan melambat tipis di sisa tahun 2014."


Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi Inggris melambat tipis pada kuartal ketiga seiring ekspansi pada sektor manufaktur mereda dan laju pertumbuhan industri jasa melambat. GDP Inggris berekspansi sebesar 0.7% pada kuartal ketiga dari kuartal sebelumnya, menurut Office for National Statistics Jumat kemarin. Untuk tingkat tahunan, perekonomian bertumbuh sebesar 3%,dengan kedua data sesuai ekspektasi analis.
CBI memproyeksikan pertumbuhan berada di sekitar 0.6% - 0.7% di sepanjang sisa tahun ini. "Outlook perekonomian Inggris secara keseluruhan masih sehat," ucap CBI, meski menunjukkan adanya resiko terkait berkurangnya aktivitas perekonomian yang berkepanjangan di zona euro, dan resiko geopolitik dari ketegangan di Ukraina, Rusia dan di Timur Tengah.


 


 


 


Monexnews

 

Continue Reading...

Bursa Eropa Menguat Karna Hasil Earnings Positif


Bursa saham Eropa kembali menguat memasuki hari keduanya seiring investor mempertimbangkan hasil earnings perusahaan yang lebih baik dari ekspektasi termasuk dari Total SA dan Schneider Electric SE. Saham milik Total naik sebanyak 1.4% dan Schneider Electric naik sebanyak 2.8%. Saham milik Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA turun sebanyak 2.6% setelah melaporkan laba yang berada di bawah proyeksi analis. Saham Fugro NV anjlok 25% setelah mengatakan tidak berencana untuk membayarkan dividen di tahun 2014 seiring kuartal ketiga yang lebih buruk dari ekspektasi.


“Pekan ini adalah waktu untuk stabilisasi, menyusul periode penting koreksi,” ucap Lorne Baring, pada B-Capital SA di Jenewa. “Sentimen telah menjadi sangat negatif, sehingga ada elemen yang berlebihan. Sejumlah fokus pasar kembali pada fundamental perusahaan. Mayoritas hasil earnings telah berada di atas ekspektasi.” Petinggi Federal Reserve diperkirakan akan mengumumkan keputusan kebijakan hari ini untuk mengakhiri program pembelian obligasi yang mendorong neraca bank sentral ke rekor tinggi dan membantu memicu rally pada bursa saham. Fed Open Market Committee akan merilis pernyataan pada akhir pertemuan kebijakan selama 2 hariannya pasca bursa Eropa ditutup.

 

Continue Reading...

Penguatan  Sterling Seiring data penyaluran kredit Dan Pidato BoE Haldane


Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic sinyalkan adanya potensi kenaikan bagi GBP/USD. Namun, sterling perlu mencatatkan level penutupan harian di atas resisten 1.6185 untuk melanjutkan momentum kenaikan. Kegagalan mengatasi resisten 1.6185 dapat mengembalikan tekanan penurunan mengingat GBPUSD masih diperdagangkan di bawah MA 50-100-200 harian dan terbentuknya candle stick shooting star.


Fokus hari ini adalah data penyaluran kredit Inggris (jam 16.30 WIB) dan pidato BoE's Haldane (jam 00.30 WIB). Jika data menegaskan rapuhnya pemulihan ekonomi Inggris dan pidato menegaskan masih belum perlunya kenaikan suku bunga BoE dalam waktu dekat maka ini dapat memberikan sentimen negatif untuk GBPUSD.


Investor juga menantikan hasil pertemuan kebijakan moneter AS pada Kamis dini hari (jam 01.00 WIB) yang dapat turut mempengaruhi sentimen. Federal Reserve diprediksi akan mengakhiri program pembelian obligasi. Namun, jika Fed menegaskan keinginan untuk menaikan suku bunga yang lebih cepat dari seharusnya maka ini dapat menguatkan nilai tukar Dollar AS. Ini dapat turut membebani kinerja GBPUSD.


Untuk jangka pendek, posisi short masih sesuai dengan stop-loss 1.6195 dan potensi penurunan 1.6020.


Sementara bila harga stabil di atas resistance 1.6185 maka sterling berpotensi menuju 1.6225. Resisten berada di 1.6185 dan 1.6225 (harga tertinggi 21 dan 9 Oktober). Support di 1.6080 dan 1.6015 (harga terendah 27 dan 24 Oktober).

 

Continue Reading...

Google Rambah Dunia Kesehatan dengan Alat Deteksi Kanker

Selasa, 28 Oktober 2014


Amerika Serikat, Google Inc, semakin memperluas jangkauan risetnya ke sektor lain. Enggan hanya menggeluti bisnis online dan iklan, Google kini membuka inovasi di bidang kesehatan.


Semalam Google mengumumkan program eksperimental di bidang kesehatan, yang diyakini akan membantu dunia kedokteran. Tim riset perusahaan merancang suatu nanopartikel untuk mendeteksi potensi penyakit di tubuh manusia sebelum berkembang ke arah serius, termasuk untuk penyakit parah seperti kanker.


Menurut Andrew Conrad, Kepala Divisi Sains Google, cara kerja nanopartikel ibarat oli baru yang masuk ke sebuah mesin mobil. Saat masuk ke bagian dalam tubuh, partikel akan mendeteksi penyakit yang diderita oleh seseorang. "Anda bisa bayangkan kalau anda mengganti oli pada mesin yang rusak, begitulah prinsipnya," ujar Conrad kepada awak media di Wall Street Journal Digital Conference. Ia juga menegaskan bahwa sekarang adalah waktunya bagi pelaku industri kesehatan untuk lebih proaktif mencegah penyakit ketimbang bersikap reaktif saat menganalisa pasien.


Google sendiri sedang mulai membuat perangkat wearable yang mampu memonitor perubahan nanopartikel di dalam tubuh. Alat ini nantinya bisa mendeteksi pergerakan sel tumor dan penyakit lainnya sebelum sempat masuk ke fase lanjutan.


Inovasi yang dilakukan Google pada bidang kesehatan sebenarnya bukanlah yang pertama kali. Perusahaan ini sudah masuk ke industri farmasi dengan merangkul dua produsen obat, yakni Alcon dan Novartis, untuk membuat lensa kontak pintar yang mampu mengukur kadar glukosa melalui air mata.


Sementara untuk proyek nanopartikel sendiri, jumlah orang yang terlibat dalam riset sudah mencapai 10.000 orang. Dan untuk menaikkan skala penelitian, Google berencana mencari partner kerjasama baru. Kebijakan teknologi yang diambil oleh Google sangat bertolakbelakang dengan visi yang dikedepankan oleh perusahaan pesaingnya yaitu Apple. Dalam sesi event yang sama pada hari Senin (27/10), CEO Apple, Tim Cook menegaskan bahwa perusahaannya tidak berniat masuk ke dalam penelitian kanker karena mereka bukanlah ahli di bidang itu.




[Harga saham Google Inc (NASDAG:GOOG) ditutup pada posisi $548.90 atau menguat 1,5% pada sesi perdagangan hari Selasa (28/10).]

 

Continue Reading...

Penguatan Minyak Karna Cadangan Bensin AS Yang Terlihat Menurun


Minyak West Texas Intermediate di perdagangkan di level tertinggi dalam hampir sepekan sebelum di rilisnya laporan yang mungkin menunjukkan menyusutnya cadangan bahan bakar kendaraan ke level terendah dua bulan di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.


Kontrak berjangka hanya sedikit berubah di New York, setelah menguat untuk pertama kalinya dalam tiga hari kemarin. Cadangan bensin AS kemungkinan turun sebesar 900,000 barel menjadi 203.5 juta pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg News sebelum di rilisnya data dari Energy Information Administration pada hari ini. Cadangan minyak mentah turun 3.7 juta barel, di laporkan oleh American Petroleum Institute kemarin, kata Live Squawk di Twitter.


Minyak WTI untuk kontrak bulan Desember bergerak di kisaran $81.68 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik 26 sen pada pukul 08.30 wib. Kontrak kemarin naik sebesar 42 sen menjadi $81.42. Harga minyak telah turun sebesar 17% pada tahun

 

Continue Reading...

Emas Menuju Penguatan Jelang Keputusan The Fed


Emas menguat pada hari Selasa kemaren akibat data ekonomi AS yang lebih rendah dari eskpetasi memberikan tekanan pada dollar, namun penguatan emas masih terbatas jelang keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve. Emas pada perdagangan Selasa ditutup pada level $1.228,70 per troy ons, dengan level tertinggi harian $1.235,51 dan terendah $1.222,87.


Departemen Perdagangan AS melaporkan pesanan barang tahan lama merosot 1,3% pada bulan September setelah anjlok 18,4% di bulan Agustus. Sementara data lain yang dirilis Conference Board menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen menyentuh angka 94,5 pada bulan ini dan menjadi yang tertinggi sejak bulan Oktober 2007, sedangkan indeks untuk bulan September direvisi naikl menjadi 89. Angka di bulan Oktober tersebut jauh di atas estimasi ekonom sebesar 87.


The Fed diperkirakan akan mempertegas keinginannya untuk menunggu dan melihat lebih banyak data-data ekonomi sebelum mulai menaikkan suku bunga setelah volatilitas yang terjadi di pasar keuangan yang mengakibatkan turunnya estimasi terhadap inflasi.


 


 


Broker Forex Surabaya

 

Continue Reading...